Kamis, 09 Mei 2013

kebutuhan dasar bagi ibu hamil sesuai DG tahap perkembangan

KEBUTUHAN DASAR IBU HAMIL
SESUAI DENGAN TAHAP PERKEMBANGANNYA
 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Kehamilan dibagi menjadi tiga buah Trimester yaitu Kehamilan Trimester I, Kehamilan Trimester II dan Kehamilan Trimester III. Dalam setiap kehamilannya banyak ibu hamil yang mengalami permasalahan kehamilan di tiap masa kehamilan yang berbeda, tetapi lepas dari hal tersebut semua ibu hamil memiliki kebutuhan dasar yang sama dan harus dipenuhi.
Masa awal kehamilan biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman. Contohnya, timbulnya rasa mual dan kelelahan yang sangat, biasanya adalah gejala yang sangat umum terjadi. Gejala lain, seperti mimisan dan infeksi kandung kemih, sangat jarang terjadi. Segera setelah ibu mengalami kehamilan, tubuh ibu mulai mengadakan beberapa perubahan besar yang membuatnya dapat menerima kehadiran janin selama 37 minggu yang penuh dengan pertumbuhan dan perubahan. Kelenjar-kelenjar pada sistem endokrin dan plasenta meningkatkan produksi hormonnya. Volume darah bertambah dan rahim membesar. Pada bulan keempat kehamilan, ibu akan merasa jauh lebih baik, biasanya karena tubuh telah beradaptasi dengan perubahan besar yang terjadi. Sampai saat ini tiba ibu boleh merasa tenang, karena gejala-gejala yang dirasakan pada trimester pertama berarti ibu menjalani kehamilan yang normal yang akan berakhir dengan baik pula. Mual pada pagi hari dan gejala lain yang ibu rasakan pada saat ini biasanya akan dapat dihadapi dengan baik.
Ibu hamil hendaknya mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri dengan baik dan body mekanik (sikap tubuh yang baik), ini diinstruksikan kepada wanita hamil karena diperlukan untuk membentuk aktivitas sehari-hari yang aman dan nyaman selama kehamilan. Dengan meningkatnya pengetahuan akan kesehatan, kini kaum wanita mulai memiliki kesadaran akan pentingnya kebutuhan-kebutuhan dasar yang dia butuhkan selama masa kehamiannya. Ini bukan berarti hanya berlaku pada ibu hamil saja tetapi ini juga termasuk kesadaran suami, keluarga bahkan lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan untuk ibu hamil demi kelancaran dan keselamatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.
1.2    Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian kehamilan?
2.    Bagaimana tanda dan gejala kehamilan?
3.    Bagaimana perubahan fisiologis pada kehamilan?
4.    Apa saja kebutuhan dasar pada ibu hamil dan cara pemenuhannya?
5.    Apa saja ketidaknyamanan pada ibu hamil dan cara mengatasinya?
1.3    Tujuan
1.    Untuk mengetahui pengertian kehamilan
2.    Untuk mengetahui tanda dan gejala kehamilan
3.    Untuk mengetahui perubahan fisiologis pada kehamilan
4.    Untuk mengetahui. kebutuhan dasar pada ibu hamil dan cara pemenuhannya
5.    Untuk mengetahui ketidaknyamanan pada ibu hamil dan cara mengatasinya

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  PENGERTIAN KEHAMILAN
1.      Kehamilan (graviditas) adalah mulai dengan konsepsi (pembuahan) dan berakhir dengan persalinan.
2.      Kehamilan adalah pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa dan membentuk zigot.
3.      Kehamilan dibagi menjadi 3 tahapan yaitu trimester I dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, trimester II dimulai bulan ke- 4 sampai bulan ke- 6, trimester III dimulai bulan ke- 7 sampai bulan ke- 9.
2.2  TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN
2.2.1       Tanda persumtif
2.2.1.1          Tidak dapat haid (Amenorrhea)
2.2.1.2          Mual-muntah (nausea dan vomiting)
2.2.1.3          Mengidam (ingin makanan khusus)
2.2.1.4          Tidak tahan suatu bau-bauan
2.2.1.5          Pingsan (pangsan)
2.2.1.6          Tidak ada selera makan (Anoreksia)
2.2.1.7          Lelah (fatique)
2.2.1.8          Miksi sering
2.2.1.9          Konstipasi kulit di muka (chloasma gravidarum), areeola   payudara, leher dan dinding perut (linea nigra = grisea)
2.2.1.10      Epulis = hipertrofi dari papila guzi
2.2.1.11      Pemekaran vena-vena (varices) pada kaki, betis, dan vulva biasanya dijumpai pada triwulan akhir.
2.2.2       Tanda-tanda kemungkinan hamil
2.2.2.1          Perut membesar
2.2.2.2          Uterus membesar : terjadi perubahan dalam bentuk besar dan konsistensi dari rahim
2.2.2.3          Tanda hegar
2.2.2.4          Tanda chadwick
2.2.2.5          Tanda piscaseck
2.2.2.6          Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang : braxton – Hicks
2.2.2.7          Teraba ballotement
2.2.2.8          Reaksi kehamilan positif
2.2.3       Tanda pasti hamil
2.2.3.1             Dapat diraba dan kemudian dikenal bagian-bagian janin
2.2.3.2             Dapat dicatat dan didegar bunyi jantung janin dengan beberapa cara
2.2.3.3             Dapat dirasakan gerakan janin dan balotement
2.2.3.4             Pada pemeriksaan dengan sinar rontgen tanpak kerangka janin
2.2.3.5             Dengan USG dapat diketahui ukuran kantong janin, panjang janin (crownrump), dan diameter biparietalis sehingga dapat untuk dipakai menilai tuanya kehamilan dan pertumbuhan janin.
2.3  PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA KEHAMILAN
2.3.1 Uterus
Uterus bertambah besar, dari alat yang beratnya 30gr menjadi 1000gr dengan ukuran panjang 32cm, lebarnya 24cm, dan ukuran muka belakang 22cm.
2.3.2 Servik uteri
Selama kehamilan cervik mengalami perubahan oleh karena pengaruh hormon esterogen. Servik mengandung lebih banyak jaringan yang terdiri dari jaringan kolagen oleh karena pengaruh esterogen yang meningkat menyebabkan konsistensi servik menjadi lunak, selama hamil kelenjar-kelenjar servik berfungsi lebih besar sehingga meningkatkan produksi sekret.
2.3.3 Vagina dan vulva
Pembuluh darah dinding vagina bertambah hingga warna selaput lendirnya membiru (tanda chadwick). Kekenyalan (elastisitet) vagina bertambah, artinya daya diregang bertambah, sebagai persiapan persalinan. Getah dalam vagina biasanya bertambah dalam kehamilan, reaksinya asam PH 3,5-6,0. Reaksi asam ini disebabkan terbentuknya acidum lacticum sebagai hasil penghancuran glycogen yang berada dalam sel-sel epithel vagina oleh bacil-bacil doderbin reaksi asam ini memiliki sifat baktensida. Vagina dan vulva akibat hormon estrogen mengalami perubahan pula. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina vagina dan vulva lebih merah, agak kebiru-biruan (livide).
2.3.4 Ovaria
Pada salah satu ovarium dapat ditemukan corpus luteum grauditatis tetapi setelah bulan keIV corpus leteum ini mengisut.
2.3.5 Dinding Perut
Pada kehamilan lanjut pada primi gravida timbul garis-garis memanjang atau serong pada perut (strie gravidarum) kadang garis-garis ini terdapat juga pada buah dada dan paha (pada seorang primi gravida warnanya membiru disebut stne lividae pada multi gravida disebut strie albicans.
2.3.6 Mamae
Selama kehamilan, payudara bertambah besar, tegang dan berat. Dapat teraba noduli-noduli, akibat hipertrofi akibat kelenjer alveoli, bayangan vena-vena lebih membiru. Hiperpigmentasi pada puting susu dan areola payudara.
Pada kehamilan 12 minggu keatas dari putting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih, disebut Kolostrum.
2.3.7 Sistem Sirkulasi Darah
Volume darah total dan plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama. Volume darah akan bertambah banyak, kira-kira 25% dengan puncaknya pada kehamilan 32 minggu, diikuti curah jantung (cardrcoutput) yang meningkat sebanyak ±30%. Akibat hemodilusi yang mulai seks kelihatan pada kehamilan 4 bulan. Ibu yang menderita penyakit jantung dapat jatuh dalam keadaab dekompensasi kordis. Kenaikan plasma darah dapat mempercepat 40% saat mendekati cukup bulan.
Protein darah : gambaran protein dalan serum berubah : jumlah protein,albumin dan gamaglobin pada akhir kehamilan. Beta-globin dan fibrinogen terus meningkat
Hitung jenis dan hemoglobin : hematoknt cenderung menurun karena kenaikan relatif volume plasma darah. Jumlah eritrosit cendeung meningkat untuk memenuhi kebutuhan tranpor O2 yang sangat diperlukan selama kehamilan. Konsentrasi Hb terlihat menurun. Walaupun sebenarnya lebih besar dibandingkan Hb pada orang yang tidak hamil. Anemia fisiologis ini disebabkan oleh volume plasma yang meningkat. Dalam kehamilan, leokosit meningkat sampai 10.000/cc, begitu pula dengan produksi trombosit.
Nadi dan tekanan darah : tekanan dari arteri cenderung menurun terutama selama transestor kedua dan kemudian akan naik lagi seperti pada pra hamil. Nadi biasanya naik, nilai rata-ratanya 84 permenit.
2.3.8 Sistem respirasi
Wanita hamil sering mengeluh tentang sesak nafas, terutama pada kehamilan 32 minggu keatas, karena usus tertekan oleh uterus yang membesar ke arah diafragma, juga karena kebutuhan O2 yang meningkat ±20%, sehingga menyebabkan pernafasan lebih dalam.
2.3.9 Traktus digestivus
Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan aneh (nausea) akibat hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot traktus digestivus menurun, sehingga motilitas seluruh traktus digestivis juga berkurang. Hal ini yang menyebabkan obstipasi. Tidak jarang pada bulan-bulan pertma kehamilan gejala muntah (emesis) biasanya terjadi pagi hari (morning sickness) bila terlampaui sering dan terlalu banyak dikeluarkan disebut hiperemesis gravidarum, keradaan ini patologik. Salivasi adalah pengeluaran air liur berlebihan daripada  biasanya hipersalifasi juga dialami oleh ibu hamil.
2.3.10 Traktus Urinarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekabn oleh utera yang mulai membesar, sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai turun kebawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali. Disamping sering kencing terdapat juga poliuna. Poliuna disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan sehingga filtrasi di glomeolus juga meningkat sampai 69%.
2.3.11 Kulit
Terdapat deposit pigmen dan hiperpigmen alat-alat tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh melaphore stimulating hormone (MSH) yang meningkat. Kadang-kadang terdapat deposit pigmen pada dahi ,pipi dan hidung, dikenal sebagai kloasma gravidarum. Di daerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama, juga di areola mamma. Linea alba pada kehamilan menjadi hitam dikenal sebagai linea. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolah-olah retak-retak, warnanya, berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan. Disebut strio livide. Setelah partus,strie livide ini berubah warnanya menjadi putih disebut strie albikantes. Pada seorang multigravide sering tampak striae livide bersama dengan striae albicantes.
2.4  KEBUTUHAN DASAR PADA IBU HAMIL DAN CARA PEMENUHANNYA
2.4.1 Nutrisi
Anjurkanlah wanita hamil makan yang secukupnya saja, cukup mengandung protein hewani dan nabati, karena kebutuhan kalori selama kehamilan meningkat. Kenaikan berat badan wanita hamil berkisar antara 6,5 – 16 kg selama kehamilan. Bila berat badan tetap atau menurun, semua makan yang dianjurkan terutama yang mengandung protein dan besi. Bila BB naik dari semestinya dianjurkan mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat, lemak jangan dikurangi apalagi sayur dan buah.
Kebutuhan beberapa zat yang penting :
Tidak hamil
Hamil
Laktasi
Kalori
Protein
Calsium
Fernem
Vitamin A
Vitamin B
Vitamin C
Riboflavin
As. nikotitinat
Vitamin D
Kal
gr
gr
mg
si
mg
mg
mg
mg
si
2500
60
0,8
12
5000
1,5
70
2,2
15
+
2500
85
1,5
15
6000
1,8
100
2,5
10
400-800
2500
100
2
15
8000
2,3
150
3
23
400-800
2.4.2 Pekerjaan rumah tangga
Jangan pernah menganggap enteng pekerjaan rumah tangga, khususnya bagi kaum pria. Pekerjaan rutin rumah tangga seperti mencuci, mengepel, memasak, menyetrika sering dianggap pekerjaan yang tidak membutuhkan tenaga dan pikiran, pendapat seperti ini jelas salah. Pekerjaan rumah tangga sama melelahkannya seperti pekerjaan lainnya. Tanpa harus bekerja di luar rumah pun, pekerjaan rumah tangga sudah  menguras tenaga dan pikiran, apalagi kalau seorang wanita masih harus bekerja di luar rumah, yang paling menyedihkan lagi adalah pada waktu hamil. Jika anda seorang suami yang bertanggung jawab dan memiliki rasa kemanusiaan dan budi pekerti yang baik, maka anda pasti tidak akan membiarkan istri anda melakukan pekerjaan rumah tangga sambil tetap bekerja di luar rumah pada saat hamil.
Bicarakanlah segera dengan pasangan dan keluarga dekat anda jika memang menghadapi masalah seperti ini. Karena jika dibiarkan resikonya bukan hanya pada bayi anda tetapi juga diri anda sendiri. Pada saat hamil, kurangilah pekerjaan rumah tangga yang biasa anda lakukan. Kurangilah bersentuhan dengan bahan-bahan kimia dalam rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai,pestisida tanaman,dan obat serangga lainnya.
2.4.3Wanita pekerja diluar rumah
Wanita hamil boleh melakukan pekerjaan sehari hari, dikantor ataupun di pabrik asal bersifat ringan. Di Indonesia wanita hamil diberi cuti hamil selam 3 bulan yaitu 1,5bulan sebelum bersalin dan 1,5 bulan sesudahnya, selama hamil berhati hati dan menjaga kehamilannya.
2.4.5 Hubungan seksual
Hubungan seksual selama hamil tidak dilarang,tetapi disarankan dihentikan bila:
2.4..1      Terdapat tanda infeksi, yaitu pengeluaran cairan disertai nyeri dan panas
2.4.5.2 Terjadi perdarahan saat hubungan seksual
2.4.5.3  Terdapat pengeluaran cairan mendadak saat hubungan
2.4.5.4 Adanya riwayat abortus, partus prematurus, IUFD.
2.4.6 Kunjugan Ulang
Pengawasan antenatal memberi manfaat dengan ditemukannya berbagai kelaianan yang menyertai kehamilan secara dini sehingga dapat diperhitungkan dan dipersiapkan langkah – langkah pertolongan persalinan. Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pengawasan antenatal minimal sebanyak 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II dan 2 kali pada trimester III.
Tujuan pelayanan kebidanan (WHO), yaitu:
·         Pengawasan serta penanganan wanita hamil dan pada saat peralianan.
·         Perawatan dan pemeriksaan wanita sesudah persalinan.
·         Perawatan neonates – bayi
·         Pemeliharaan dan pemberian laktasi.
Asuhan antenatal (antenatal care) adalah pengawasan sebelum persalianan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Secara khusus pengawasan antenatal bertujuan:
·         Mengenal dan menangani sendiri mungkin penyulit yang terdapat saat kehamulan, persalinan, daan nifas.
·         Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai kehamilan, persalinan dan masa nifas.
·         Memberi nasehat dan peunjuk yang berkaitan dengan kehamilan,persalinan, kala nifas, laktasi dan aspek keluarga berencana.
·         Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu pada perinatal.
Dengan memperhatikan batasan dan tujuan pengawasan antenatal, dijadwalkan pemeriksaan sebagai beikut.
1.      Pemeriksaan pertama
Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid.
2.      Pemeriksaan ulang
·         Setiap bulan sampai umur kehamilan 6 – 7 bulan.
·         Setiap 2 minggu sampai kehamilan berumur 8 bulan.
·         Setiap 1 minggu sejak umur kehamilan 8 bulan sampai terjadi persalianan.
3.      Pemeriksaan khusus jika terjadi keluhan – keluhan tertentu
2.4.7 Pakaian
Pakaian yang baik untuk ibu hamil ialah yang enak dipakai, tidak boleh menekan badan karena pakaian yang menekan badan menyebabkan bendungan vene dan mempercepat timbulnnya varices.
2.4.8 Olahraga saat hamil
Yang dianjurkan adalah jalan jalan waktu pagi hari untuk ketenangan dan mendapatkan udara segar.

2.4.9 Istirahat dan tidur
Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan dengan baik, karena istirahat dan tidur secara teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan janin.
2.4.10 Personal hygiene
Kebersihan badan mengurangi infeksi, puting susu harus dibersihakan kalau terbasahi oleh kolostrum. Perawatan gigi harus dilakukan karena gig yang bersih menjamin pencernaan yang sempurna.
2.4.11Bepergian (Travelling)
Sedang hamil tidak berarti Anda tidak dapat pergi berlibur untuk seluruh 9 bulan Anda istilah, tetapi tidak berarti bahwa anda harus melakukan sedikit ekstra hati-hati ketika membuat rencana, baik untuk menjamin kenyamanan dan perlindungan Anda dan bayi yg belum lahir.
Bepergian dengan pesawat udara biasa tidak perlu dikhawatirkan karena tidak membahaykan kehamilan. Tekanan udara di dalam kabin penumpang telah diatur sesuai atmosfer biasa. Aman untuk melakukan perjalanan udara di trimester kedua, dan International Air Transport Association (IATA) pedoman menyarankan Anda berhenti perjalanan udara setelah minggu ke 36. Menghindari risiko kelahiran prematur dan komplikasi lain. Jika Anda memperoleh yang cukup besar dan ke 28. Minggu, maka anda harus membawa surat dari ibu yang menunjukkan layanan yang ditujukan tanggal, karena beberapa maskapai Mei permintaan ini ketika anda memeriksa untuk keselamatan Anda sendiri. Walaupun ia bukan yang sering berada pada tahap pertama adalah kehamilan membahayakan anda atau bayi Anda, tetapi yang penting untuk minum banyak air dan pastikan Anda bangun dan stretch kaki Anda secara teratur sebagai bayi berat dapat membuat Anda lebih rentan terhadap peredaran darah masalah selama penerbangan panjang. Morning sickness juga dapat membuat Anda lebih rentan terhadap perjalanan penyakit, dan banyak melakukan perjalanan, sebagai obat penyakit tidak dianjurkan selama kehamilan Anda hanya akan dapat mencoba solusi alternatif seperti akupunktur band (band laut) atau teh jahe.
Disarankan ibu untuk tidak lama berkendaran jarak sendiri, karena posisi mengemudi bisa jadi sangat tidak nyaman dan lama drive dapat sangat melelahkan. Pastikan kursi dan seatbelt yang disesuaikan dengan baik dan memakai pakaian longgar nyaman. Juga pastikan ibu memiliki cukup untuk makan dan minum selama perjalanan jalan untuk menjaga tingkat energi atas.
2.4.12Imunisasi
Pada masa kehamilan ibu hamil diharuskan melakukan imunisasi tetanus toksoid (TT). Gunanya pada antenatal dapat menurunkan kemungkinan kematian bayi karena tetanus. Ia juga dapat mencegah kematian ibu yang disebabkan oleh tetanus. Terutama imunisasi tetanus untuk melindungi bayi terhadap penyakit tetanus neonatorum. Imunisasi dilakukan pada trimester I / II pada kehamilan 3 – 5 bulan dengan interval minimal 4 minggu. Lakukan suntikan secara IM (intramuscular) dengan dosis 0,5 mL. imunisasi yang lain dilakukan dengan indikasi yang lain.
Menurut WHO seorang ibu tidak pernah diberikan imunisasi tetanus, sedikitnya 2x injeksi selama kehamilan ( I pada saat kunjungan antenatal I dan II pada 2 minggu kemudian )
Jadwal pemberian suntikan tetanus adalah :
·         TT 1 selama kunjungan antenatal I
·         TT 2 → 4 minggu setelah TT 1
·         TT 3 → 6 minggu setelah TT 2
·         TT 4 → 1 tahun setelah TT 3
·         TT 5 → 1 tahun setelah TT 4
Karena imunisasi ini sangat penting, maka setiap ibu hamil hendaknya mengetahui dan mendapat informasi yang benar tentang imunisasi TT. Petugas kesehatan harus berusaha program ini terlaksana maksimal dan cepat.
2.4.13Persiapan persalinan dan laktasi
Salah satu persiapan persalinan adalah meningkatkan kesehatan optimal dan segera dapat memberikan laktasi. Untuk mempersiapkan laktasi, peerlu dilakukan persiapan perawatan payudara untuk persiapan laktasi. Persiapan mental dan fisik yang cukup membuat proses menyusui menjadi mudah dan menyenangkan.
Payudara adalah sumber ASI yang merupakan makanan utama bagi bayi, yang perlu diperhatikan dalam persiapan laktasi adalah :
·         Bra harus sesuai dengan pembesaran payudara yang sifatnya menyokong payudara dari bawah, bukan menekan dari depan
·         Sebaliknya ibu hamil masuk dalam kelas ”bimbingan persiapan menyusui”.
·         Penyuluhan (audio-visual) tentang :
-        Keunggulan ASI dan kerugian susu botol
-        Manfaat rawat gabung
-        Perawatan bayi
-        Gizi ibu hamil dan menyusui
-        Keluarga berencana,dll
·         Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan dalam keberhasilan menyusui
·         Pelayanan pemeriksaan payudara dan senam hamil
·         Persiapan psikologis untuk ibu menyusui berupa sikap ibu dipengaruhi oleh faktor-faktor :
-        Adat istiadat / kebiasaan / kebiasaan menyusui di daerah masing-masing
-        Pengalaman menyusui sebelumnya / pengalaman menyusui dalam keluarga / tidak
-        Pengetahuan tentang manfaat ASI, kehamilan yang diinginkan atau tidak
-        Dukungan dari tenaga kesehatan, teman atau kerabat dekat.

Langkah-langkah yang harus diambil dalam mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui adalah :
·         Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya, menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninnya. Bila ada masalah, petugas kesehatan akan menolong dengan senang hati.
·         Keyakinan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu botol / formula
·         Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain
·         Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam keluarga, ibu harus dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayinya, sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga
·         Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan tenaga kesehatan harus dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang dihadapinya.
Perawatan payudara sebelum melahirkan (Prenatal Breast Care)
Bertujuan memelihara hygiene payudara, melenturkan atau menguatkan puttng susu, dan mengeluarkan puting susu yang datar atau masuk ke dalam (retracted nipple). Teknik perawatannya adalah sebagai berikut:
·         Kompres puting susu dan daerah sekitarnya dengan menempelkan kapas atau lap yang di basahi minyak.
·         Bersihkan puting susu dan daerah sekitarnya dengan handuk kering yang bersih.
·         Pegang kedua puting susu, lalu tari keluar bersama dan diputar 20 kali ke  dalam dan keluar.
·         Pangkal payudara dipeganag dengan kedua tangan lalu payudara diurut dari pangkal menuju puting sebanyak 30 kali.
·         Kemudian pijat daerah aerola sehingga keluar cairan 1 – 2 tetes untuk memastikan saluran susu tidak tersumbat.
Selain mengonsumsi makanan bergizi dan menjalani pola hidup sehat, ada 3 hal penting yang perlu dilakukan ibu agar sukses menyusui, yaitu:
·         Tumbuhkan Niat
Niat adalah kunci sukses untuk memberikan ASI eksklusif bagi sang buah hati. Niat ini harusnya sudah tertanam kuat jauh hari sebelumnya, yakni sejak si kecil masih berada dalam kandungan ibu. Ibu harus bertekad akan memberikan makanan yang terbaik bagi bayinya. Dengan niat bulat, ibu akan berpikir optimis. Dari situ terbentuk energi positif yang akan memengaruhi kesiapan semua organ-organ menyusui sehingga ASI pun mengalir lancar. Jika ibu yakin bisa menyusui, ASI yang keluar pasti banyak.
·         Hilangkah Stres
Buang jauh-jauh semua pikiran negatif tentang ASI dan menyusui. Yakinlah, setiap ibu pasti bisa menyusui dan bayi tak akan pernah kekurangan ASI. Di sisi lain, ibu juga tak boleh terlalu bersemangat untuk memberikan ASI, karena sikap berlebihan ini (euforia) akan mengganggu sistem metabolisme produksi susu sehingga ASI yang keluar justru jadi sedikit. Bila ada masalah, ibu dianjurkan berkonsultasi ke klinik laktasi.
·         Lakukan Pijat Payudara
Pemijatan pada payudara dapat meningkatkan volume ASI, lakukan dua kali sehari saat mandi pagi dan sore. Berikut panduannya:
a.       Cuci tangan sampai bersih, keringkan, lalu tuangkan minyak ke telapak tangan. Sokong payudara kiri dengan tangan kiri. Buatlah gerakan melingkar kecil-kecil dengan dua atau tiga jari tangan kanan, dari pangkal payudara dan berakhir di daerah puting susu dengan gerakan spiral. Puting tak perlu dipijat karena tak berkelenjar. Kemudian, buat gerakan memutar sambil menekan dari pangkal payudara dan berakhir pada puting susu di seluruh bagian payudara. Lakukan hal sama untuk payudara kanan.
b.      Letakkan kedua telapak tangan di antara dua payudara. Urut dari tengah ke atas sambil mengangkat kedua payudara dan lepaskan kedua payudara secara perlahan-lahan. Lakukan gerakan ini kurang lebih 30 kali.
c.       Sangga payudara kiri dengan kedua tangan, ibu jari di atas dan empat jari lain di bawah. Peras dengan lembut payudara sambil meluncurkan kedua tangan ke depan ke arah puting susu. Lakukan hal yang sama pada payudara kanan.
d.      Kemudian lakukan gerakan tangan dengan posisi paralel. Sangga payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan lain mengurut payudara dengan sisi kelingking dari arah pangkal payudara ke arah puting susu. Lakukan gerakan ini kurang lebih 30 kali.
e.       Letakkan satu tangan di sebelah atas dan satu lagi di bawah payudara. Luncurkan kedua tangan secara bersamaan ke arah puting susu dengan cara memutar tangan. Ulangi gerakan ini sampai semua bagian payudara terkena urutan.
f.       Selanjutnya puting dibersihkan dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak berguna untuk melenturkan dan melembapkan puting agar saat menyusui puting tak gampang lecet. Bersihkan dengan kapas bersih yang dicelup ke dalam air hangat.
g.      Usai pemijatan, lakukan pengompresan. Sediakan dua baskom sedang yang masing-masing berisi air hangat dan air dingin. Dengan menggunakan waslap, kompres kedua payudara bergantian dengan air dingin, masing-masing selama satu menit. Selanjutnya, kompres bergantian selama 3 kali berturut-turut dan akhiri dengan kompres air hangat. Bersihkan dengan handuk hingga kering.

h.      Usai dipijat, ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari. Gunanya agar sirkulasi darah bekerja lebih baik.
2.4.14 Perawatan gigi
Untuk mencegah caries selama hamil (selain pemeriksaan pada awak kehamilan) yaitu dengan :
·      Menyikat gigi secara teratur
·      Melakukan flosi antara gigi-gigi
·      Membilas mulut dengan air sesudah makan atau minum
·      Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali/basa untuk mengimbangi reaksi saliva yang bersifat asam selama kehamilan yang menyuburkan pertumbuhan bakteri penghancur dan email.
2.4.15  Support Emosional
-          Faktor yang berhubungan dengan ibu hamil:
·         Dukungan kepada bumil dan nifas
·         Dukungan dari tenaga kesehatan (nakes)
·         Menciptakan rasa aman dan nyaman selama hamil dan nifas
·         Persiapan menjadi orang tua
·         Mempersiapkan saudara (sibling)
-          Dukungan kepada ibu hamil dan nifas
Wanita yang telah/belum dianugerahi anak disaat menginginkan hamil/dalam menghadapi kehamilan dan bersalin membutuhkan dukungan, diantaranya dari:
·         Dukungan suami
Dari penelitian kualitatif di indonesia diperoleh berbagai dukungan suami yang diharapkan isteri:
1.      Suami sangat mendambakan bayi dalam kandungan isteri
2.      Suami senang mendapatkan keturunan
3.      Suami menunjukkan kebahagiaan pada kehamilan ini
4.      Suami memperhatikan kesehatan isteri, yakni menanyakan keadaan isteri/janin yang dikandung
5.      Suami mengantar dan atau menemani isteri memeriksa kandungannya
6.      Suami tidak menyakiti isteri
7.      Suami menghibur/menenangkan ketika ada masalah yang dihadapi isteri
8.      Suami menasihati agar isteri tidak terlalu lelah bekerja di rumah atau di tempat kerja
9.      Suami membantu tugas isteri
10.  Suami berdo’a untuk kesehatan atau keselamatan isteri dan anaknya
11.  Suami menunggu ketika isteri melahirkan
12.  Suami menunggu ketika isteri di operasi
Diperoleh atau tidak diperolehnya dukungan suami tergantung pada:
1.      Keintiman hubungan
2.      Adanya komunikasi yang bermakna
3.      Adanya masalah atau kekhawatiran dalam biaya
·         Dukungan keluarga
1.      Ayah-ibu kandung, maupun mertua sangat mendukung kehamilan ini
2.      Ayah-ibu kandung, maupun mertua sering berkunjung dalam periode ini
3.      Seluruh keluarga berdo’a untuk keselamatan ibu dan bayi
4.      Walaupun ayah-ibu kandung, maupun mertua ada di daerah lain, sangat didambakan dukungan melalui telepon, surat atau pun do’a dari jauh
5.      Selain itu, ritual tradisional dalam periode ini seperti upacara 7 bulanan pada beberapa orang, mempunyai arti tersendiri yang tidak boleh diabaikan.
·         Dukungan lingkungan
1.      Membicarakan/menceritakan/menasihati tentang pengalaman hamil dan melahirkan
2.      Ada diantara mereka yang mau mengantarkan ibu hamil untuk periksa
3.      Menunggu ketika melahirkan
Diperoleh dari ibu-ibu pengajian/perkumpulan/kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan/sosial dalam bentuk doa bersama untuk kesehatan ibu hamil dan bayinya. Mereka dapat menjadi seperti saudara bagi ibu hamil dan nifas.
2.5  KETIDAKNYAMANAN PADA IBU HAMIL DAN CARA MENGATASINYA
A.    Masalah Ibu Hamil pada Trimester I
1.      Nyeri Ulu Hati
Penyebab :
Peningkatan hormon estrogen dan progesteron sehingga motilitas otot polos gastro intestinal menurun (GI), asam lambung > menyebabkan ulcus dan nyeri ulu hati.
Penanganannya:
§  Hindari makanan keras yang susah dicerna
§  Makan dengan porsi kecil 5 – 6 kali sehari
§  Hindari makanan yang merangsang, seperti pedas, lemak dan mengandung gas
§  Dapat juga diberikan vit. B kompleks, sedative, kalau perlu
2.      Rasa mual dan muntah (morning sickness)
Penyebab:
Ini terjadi pada bulan pertama kehamilan, timbul pada pagi hari yaitu saat perut kosong. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, kemungkinan akibat dari perubahan hormonal, rasa mual dan muntah ini dapat kita jumpai pada 50-70% kehamilan.
Penanganannya :
§  Hindari perut kosong atau perut dalam keadaan kenyang
§  Hindari rangsangan berupa bau-bauan
§  Hentikan kebiasaan merokok
§  Makan makanan kering yang mengandung RH sebelum bangun dari tempat tidur dan tetap di tempat tidur hingga tenang.
3.      Mengidam
Penyebab:
Peningkatan intake kalori karena perubahan psikologis selama kehamilan. Mengidam sering terjadi pada bulan pertama kehamilan, akan tetapi menghilang dengan semakin tuanya kehamilan.
Penangannya :
-          Berikan nasehat akan makanan seimbang agar kebutuhan nutrisi terpenuhi
-          Berikan pengawasan pada klien untuk jenis makanan yang tidak merugikan secara ketat
-          Berikan intake protein
-          Berikan suplai zat besi dan vitamin
-          Konseling ke ahli gizi
-          Konseling kebutuhan emosional jika perlu
4.      Gangguan kencing
Penyebab:
Biasanya pada bulan pertama kehamilan ibu merasa ingin sering kencing. Ini terjadi karena kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar, selain itu juga dipengaruhi oleh hormon Aldosteron yang dapat meningkatkan vaskularisasi pembuluh darah.
Penangannya :
-          Kurangi minum waktu akan tidur, agar istirahat tidak terganggu
-          Kegel exercise otot pubis
-          Bila ada keluhan saat BAK tujuk ke dokter, gunakan pembalut kalau perlu
-          Tentramkan hati ibu dengan memberi penjelasan bahwa keadaan ini adalah fisiologis.
5.      Obstipasi
Penyebab:
Kesulitan BAB yang dialami oleh ibu hamil, disebabkan oleh otot tractus digestivus menurun akibat pengaruh hormon progesteron yang mengakibatkan motilitas sel. Cerna berkurang. Kateron lebih lama di usus, absorbsi air meningkat, dan pengeringan dari faeces, terjadi penekanan uterus terhadap colon dan rectum.
Penangannya :
-          Berikan minum ± 6 gelas sehari
-          Diet mengandung tinggi serat
-          Exercise ringan
-          Tidak boleh memberikan obat-obat yang mengandung laxatif
-          Berikan penjelasan keadaan yang sedang dialami
6.      Epulis
Penyebab:
Hypertropi dan hyperemis pada gusi sampai dengan meningkatnya estrogen.
Penangananya :
-          Berikan penjelasan bahwa hal ini adalah normal pada setiap kehamilan akan berhenti secara spontan sebelum melahirkan.
-          Perawatan gigi dan mulut yang baik, gunakan sikat yang lembut dan kumur air hangat.
-          Mengontrol gigi dengan teratur
-          Makanan yang seimbang, peemasukan buah-buahan segar dan cairan
-          Potong makanan yang keras dalam bentuk yang kecil
-          Merujuk klien dengan gangguan gigi serius.
7.      Varices
Penyebab:
Timbulnya varices dipengaruhi oleh faktor keturunan dalam masa kehamilan ditambah oleh faktor hormonal juga adanya bendungan vena dalam panggul.
Penangananya :
-          Hindari bekerja sambil berdiri terlalu lama
-          Hindari pakaian yang terlalu ketat
-          Waktu istirahat kaki hendaknya ditinggikan dan tungkai jangan digantung
-          Gunakan stoking

8.      Flour Albus Meningkat
Penyebab:
Karena serviks dirangsang oleh hormon estrogen dan progesteron maka menjadi hypertropi dan hiperaktif mengeluarkan banyak mukosa. Umumnya peningkatan cairan dalam vagina pada kehamilan tanpa sebab patologis dan sering tidak menimbulkan keluhan.
Penangananya :
-          Jaga kebersihan vulva dan pakaian dalam
-          Gunakan pembalut wanita
-          Rujuk ke dokter bila pengeluaran cairan berlebihan dan menyebabkan rasa gatal
9.      Mudah Lelah, Malaise, Fatique
Penyebab:
Tidak diketahui penyebabnya dengan jelas, mungkin adanya peningkatan estrogen dan progesteron, peningkatan HCG dan intake nutrisi yang kurang.
Penangananya :
-          Cegah terjadinya anemi
-          Istirahat yang cukup
-          Intake nutrisi yang adekuat
-          Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian roboransia
10.  Perubahan Payudara dan Perasaan Nyeri
Penyebab:
Penyebabnya karena hipertropi kelenjar mammae dan peningkatan vaskularisasi serta adanya hiperpigmentasi areola dan putting susu yang disebabkan oleh stimulasi hormon MSH (Melanophore Stimulating Hormone)
Penangananya :
-          Sokong dengan BH ibu hamil dengan lapisan yang empuk untuk menahan payudara
-          Bersihkan areola dan putting susu dengan air hangat, baby oil dan keringkan.
B.     Masalah Ibu Hamil pada Trimester II
1.      Kram otot
Penyebab :
-          Karena tekanan syaraf pada ekstrimitas bawah oleh uterus yang besar
-          Faktor yang memperberat pencapaian sirkulasi perifer kurang
-          Penyerapan kalsium oleh janin meningkat sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tulang dan gigi
2.      Anemia
Penyebab : kekurangan nutrisi, zat besi, folic acid, hemoglobinopati.
Penanganan :
-          Kolaborasi untuk mendapatkan SF dan vit C
-          Konsul tentang pemberian diet
-          Beri nutrisi yang adekuat
-          Istirahat yang cukup
3.      Perubahan Libido
Penyebab : pengaruh antara psikologis, hormonal dan perubahan emosi
Penanganan :
-          Anjurkan klien dan pasangannya
-          Komunikasi yang baik dengan pasangannya
-          Kasih sayang, kontak fisik yang dilakukan dialihkan ke kontak psikis.
4.      Pruritus
Penyebab : belum diketahio secara pasti
Penanganan :
-          Pastikan kuku wanita hamil, pendek dan bersih untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah terjadinya masalah baru
-          Oleskan air hangat atau lotion
5.      Hiperpigmentasi, jerawat
Penyebab:Fisiologi rangsangan dari hormon mellanosit (dari pituitari anterior) biasanya akan hilang pada masa nifas.

Penanganan :
-          Kuku hendaknya pendek dan bersih
-          Ciptakan suasana yang nyaman
C.    Masalah Ibu Hamil pada Trimester III
1.      Haemoroid
Penyebab :
-          Pelebaran vena dari anus
-          Hemoroid dapat bertambah besar dalam kehamilan karena adanya kongesti darrah dalam rongga panggul
-          Relaksasi dari otot halus pada bowel, memperbesar konstipasi dan tertahannya gumpalan
Penanganan :
-          Hindari konstipasi
-          Beri rendam duduk hangat/dingin
-          Bila mungkin gunakan jari untuk memasukkan kembali hemoroid ke dalam anus dengan pelan-pelan
-          Bersihkan anus dengan hati-hati sesudah defekasi
-          Olesi jeli ke dalam rectum sesudah defekasi
-          Usahakan BAB yang teratur
-          Beri kompres dingin kalau perlu
-          Ajarkan klien tidur dengan posisi knee chest 15 menit/hari
-          Ajarkan kegel exercise untuk mengutamakan perineum dan mencegah hemoroid
-          Konsul ke dokter sebelum menggunakan obat hemoroid.
2.      Obstipasi
Sama dengan TM II
3.      Sering kencing
4.      Pruritis
5.      Gangguan Pernapasan
Penyebab:Nafas dangkal terjadi pada 50% wanita hamil, ekspansi diafgrama terbatas karena pembesaran uterus, dimana rahim membesar mendesak diafragma ke atas
Penanganan :
-          Latihan nafas melalui senam hamil
-          Tidur dengan bantal yang tinggi
-          Makan tidak terlalu banyak
-          Hentikan merokok
-          Konsul ke dokter bila ada kelainan asma dll
-          Berikan penjelasan bahwa hal ini akan hilang setelah melahirkan
6.      Oedema
Penyebab :
-          Peningkatan sodium yang banyak dan meningkatnya permeabilitas kapiler sehubungan dengan peningkatan hormon estrogen
-          Peningkatan tekanan vena
-          Penurunan vena kembali ke struktur awal
-          Varices vena dengan kongesti
-          Defisiensi diet protein
-          Peningkatan diet sodium
Penanganan :
-          Meningkatkan periode istirahat, berbaring pada posisi miring kiri
-          Tingkatkan kaki bila duduk, pakai stoking
-          Tingkatkan intake protein
-          Menurunkan intake KH selama mereka meretensi cairan di jaringan
-          Minum 6-8 gelas cairan sehari untuk membantu diuresis natural
-          Anjurkan klien untuk melaporkan tanda toxemia, pre kelampsi, oedema, kelebihan BB, sakit kepala, pandangan kabur, penurunan urine output.
7.      Perubahan libido
Penyebab :
-          Wanita mungkin mengalami sakit ulu hati dan gangguan pencernaan. Mungkin juga hemoroid atau hal lain yang mengurangi nafsu seksual
-          Kelelahan dan perubahan yang berhubungan dengan tuanya kehamilan mungkin terjadi pada trimester 3, seperti kurang tidur dan ketegangan
-          Rasa letih yang berlebihan disebabkan perubahan hormon yang dapat mengurangi daya tarik seksual
-          Rasa takut menyebabkan kecemasan yang dapat menyebabkan pasangan menghindari, mengekspresikan hubungan seksual.
-          Bila ada kehamilan yang lalu pernah mengalami perdarahan yang berulang maka aktifitas seksual dipandang sebagai ancaman terhadap janin
-          Nyeri waktu coitus disebabkan karena uterus terdorong ke bawah
-          Pengaruh janin menimbulkan penurunan seksual
Penanganan :
-          Menjelaskan dan memberikan support pada ibu maupun suami bahas perubahan atau masalah seksual selama kehamilan adalah normal dan dapat disebabkan oleh pengaruh hormon estrogen dan psikologis
-          Diharapkan keluarga ibu dan suami menerima hal ini
-          Jelaskan pada ibu dan suaminya bahwa kehamilan muda atau tua jangan melakukan hubungan seksual dalam frekuensi yang sering
-          Jelaskan pada keluarga perlu pendekatan memberikan kasih sayang pada istri untuk mengalihkan rangsangan seksual secara fisik menjadi kontak psikis.

BAB III
PENUTUP
3.1  KESIMPULAN
Kehamilan (graviditas) adalah mulai dengan konsepsi (pembuahan) dan berakhir dengan persalinan. Kehamilan dibagi menjadi 3 tahapan yaitu trimester I dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, trimester II dimulai bulan ke- 4 sampai bulan ke- 6, trimester III dimulai bulan ke- 7 sampai bulan ke- 9. Kebutuhan ibu yang tidak hamil dan kebutuhan ibu yang sedang hamil sangatlah berbeda, oleh sebab itu sebagai ibu yang sedang hamil hendaknya mempunyai kesadaran akan pentingnya kebutuhan dasar ibu hamil yang harus dipenuhi. Tetapi hal ini tidak saja dibebankan kepada ibu hamil tetapi suami, keluarga, bahkan lingkungan sekitar seharusnya mendukung untuk sebisa mungkin memenuhi kebutuhan yang diperlukan ibu hamil guna membantu kelancaran kehamilan ibu.
3.2 KRITIK DAN SARAN
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini penulis jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya makalah ini. Akhirnya semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

DAFTAR PUSTAKA
.        Stoppard, Miriam. 2002. Kehamilan dan Kelahiran. Jakarta :Mitra Media publisher.
        Sulistyawati A. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.
        Susilowati H, Endang. 2006. Lebih  jauh tentang kehamilan. Jakarta : Edsa Mahkota.
        Walsh, Linda. 2001. Community – Based Care During the Childbearing Year. W.B Saunders Company. United States of America.
        ______________ . 2003. Buku 2 : Asuhan Antenatal. Pusdiknakes.



Perubahan Berat Badan

  • IMT normal → 18,25 - 25 → tambah : 11, 5 - 16 kg
  • IMT underweight → < 18,5 → tambah : 12,5 - 18 kg
  • IMT overweigh/ob → >25 →tambah 7 - 11,5 kg

Kenaikan berat badan disebabkan oleh :

  • berat badan janin → 3,5 - 4 kg
  • plasenta → 0,5 - 1 kg
  • cairan amnion → 1 kg
  • buah dada → 0,5 kg
  • ikhterus → 1 kg
  • penambahan volume darah → 1,5 kg
  • lemak tubuh → > 2,5 kg
  • penambahan jaringan otot &cairan → 2 - 3,5 kg

Kebutuhan Gizi

1. Kalori
  • Selama hamil butuhtambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, juga plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak.
  • Di trimester II dan III, kebutuhan kalori bertambah berkisar 300 kalori per hari dibanding saat tidak hamil.
2. Protein
  • Kebutuhan protein selama kehamilan sekitar 60 gram. butuh protein 10-15 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita yang tidak hamil.
  • Protein tersebut dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, maupun plasenta dan janin. Protein juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel.


3. Lemak
  • Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak sebagai sumber kalori utama.
  • Tubuh wanita hamil juga menyimpan lemak yang akan mendukung persiapannya untuk menyusui setelah bayi lahir.
4. Karbohidrat
  • Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan karbohidrat sebagai sumber kalori utama.
  • Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks seperti roti, serealia, nasi dan pasta.
  • Selain mengandung vitamin dan mineral, karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir.


5. Vitamin dan mineral
  • Pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel.
  • Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah, sedangkan Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino.
  • Zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi, disamping untuk meminimalkan peluang terjadinya anemia. Kebutuhan zat besi menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil.

Dampak Kurang Gizi

  • Kekurangan asupan gizi pada trimester I dikaitkan dengan tingginya kejadian bayi lahir prematur, kematian janin, dan kelainan pada sistem saraf pusat bayi.
  • Kekurangan energi terjadi pada trimester II dan III dapat menghambat pertumbuhan janin atau tak berkembang sesuai usia kehamilannya. Kekurangan asam folat juga dapat menyebabkan anemia, selain kelainan bawaan pada bayi, dan keguguran.

Menu Sehari Ibu Hamil

Menu makanan untuk ibu hamil pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil.
Kelompok bahan makanan Porsi
Roti, serealia, nasi dan mi 6
Sayuran 3
Buah 4
Susu, yoghurt, keju 2
Daging, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan 3
Gula 2
Lemak, minyak 5

Kalsium Pada Ibu Hamil

1. Pengertian Kalsium
  • Mineral makro 1,5 – 2 % BB orang dewasa
  • 99 % dalam bentuk Hidroksiapatit jaringan keras (tulang dan gigi)
  • Kalsium tulang seimbang kalsium plasma pada konsentrasi ± 2,25 – 2,60 mmol/ L
2. Sumber Kalsium
  • Sumber paling baik : susu (susu nonfat) dan olahannya
  • Sumber lain : sayuran bedaun hijau, brokoli, kol, bunga kol, kecambah, makanan fortifikasi, ikan yang dimakan dengan tulang/ durinya
3. Kebutuhan Kalsium
  • Asupan yang dianjurakan untuk ibu hamil usia > 25 th = 1200 mg/ hari
  • Ibu hamil usia < 25 th = 800 mg/ hari
  • Kebutuhan kalsium dapat dipenuhi dengan 1 gelas susu tiap hari dan variasi makanan sehari-hari
4. Fungsi Kalsium
  • Pembentukan tulang janin
  • Pembentukan gigi janin
  • Mencegah pengeroposan tulang
  • Mencegah hipertensi kehamilan
  • Mencegah sesak nafas/ asma (alergi)
5. Kekurangan Kalsium
  • Nyeri pada tulang saat kehamilan
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis)
  • Hipertensi kehamilan


Makanan Sehat Ibu Hamil dan Menyusui

  • 1 porsi nasi (100 gram) dapat ditukar dengan:
  • 1 potong sedang ikan (40 gram) dapat ditukar dengan:
  • 1 mangkuk (100 gram) sayuran
  • 1 potong buah
  • 2 potong sedang tempe (50 gram) dapat ditukar dengan:
  • 1 gelas susu susu sapi (200 cc) dapat ditukar dengan:
  • Minyak kelapa 1 sendok teh (5 gram) dapat ditukar dengan:
  • Gula pasir 1 sendok makan (13 gram) ditukar dengan:

Perhitungan Kebutuhan Gizi
1. Kebutuhan energi :
  • Metode harrist benedict
  • Penambahan kalori → + 180 kkal …. Trimester 1
+ 300 kkal …. T2 & T3
2. Kebutuhan protein :
  • 1 gr/kg BB/ hari
  • Penambahan protein à + 17 gram…. T1-T3
3. Kebutuhan lemak :
  • 25-30% dari total kebutuhan energi

Gizi Seimbang pada Ibu Menyusui

Apakah bayi Ibu alergi terhadap sesuatu yang baru Ibu makan?

Bila bayi mengalami gangguan pencernaan atau ruam setelah disusui, mungkin alergi terhadap sesuatu yang baru Ibu makan. Susu sapi, kacang, gandum, ikan dan telur adalah beberapa makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Hindari makanan atau minuman yang menurut Ibu menyebabkan alergi. Coba lagi lain hari dan lihat apakah ada reaksi. Kecuali ada riwayat alergi dalam keluarga dari makanan tertentu, hindari sama sekali makanan tersebut. Buat catatan harian tentang makanan yang Ibu konsumsi untuk memudahkan dalam melacak bagaimana respons bayi mereka setelah disusui.

Menyusui Dapat Mempercepat Penurunan Berat Badan


Gizi Seimbang pada Usia Subur


Makanan Sehat Untuk Usia Ubur

 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar