Selasa, 21 Mei 2013

ISTEM RUJUKAN NEONATUS




  1. A. PENDAHULUAN
Salah satu kelemahan pelayanan kesehatan adalah pelaksanaan rujukan yang kurang cepat dan tepat. Rujukan bukan suatu kekurangan, melainkan suatu tanggung jawab yang tinggi dan mendahulukan kebutuhan masyarakat. Kita ketahui bersama bahwa tingginya kematian ibu dan bayi merupakan masalah kesehatan yang dihadapi oleh bangsa kita. Pada pembelajaran sebelumnya, telah dibahas mengenai masalah 3T (tiga terlambat) yang melatar belakangi tingginya kematian ibu dan anak, terutama terlambat mencapai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan adanya system rujukan, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu karena tindakan rujukan ditunjukan pada kasus yang tergolong berisiko tinggi. Oleh karena itu, kelancaran rujukan dapat menjadi factor yang menentukan untuk menurunkan angka kematian ibu dan perinatal, terutama dalam mengatasi keterlambatan.
Bidan sebagai tenaga kesehatan harus memiliki kesiapan untuk merujuk ibu atau bayi ke fasilitas kesehatan rujukan secara optimal dan tepat waktu jika menghadapi penyulit. Jika bidan lemah atau lalai dalam melakukannya, akan berakibat fatal bagi keselamatan ibu dan bayi.
  1. B. TUJUAN INSTRAKSIONAL UMUM
Diharapakan mahasiswa melaksanakan manajerial asuhan kebidanan dikomunitas baik di rumah, posyandu, polindes dengan focus making pregnancy safer dan system rujukan.
  1. C. TUJUAN INSTRAKSIONAL KHUSUS
    1. Dapat memahami definisi system rujukan
    2. Dapat memahami tujuan system rujukan
    3. Dapat memahami jenis – jenis rujukan
    4. Dapat memahami jenjang tingkat tempat rujukan
    5. Dapat memahami jalur rujukan
    6. Dapat memahami mekanisme rujukan
  1. D. SUB POKOK BAHASAN / MATERI
    1. 1. Definisi
Rujukan adalah penyerahan tanggungjawab dari satu pelayanan kesehatan ke pelayanan kesehatan yang lain
Sistem rujukan upaya kesehatan adalah suatu system jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbale-balik atas masalah yang timbul, baik secara vertical maupun horizontal ke fasilitas pelayanan yang lebih kompeten, terjangkau, rasional, dan tidak dibatasi oleh wilayah administrasi
  1. 2. Tujuan
Tujuan rujukan adalah dihasilkannya pemerataan upaya kesehatan dalam rangka penyelesaian masalah kesehatan secara berdaya dan berhasil guna
Tujuan system rujukan adalah Untuk meningkatkan mutu, cakupan dan efisiensi pelayanan kesehatan secara terpadu
Tujuan system rujukan adalah agar pasien mendapatkan pertolongan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih mampu sehingga jiwanya dapat terselamatkan, dengan demikian dapat menurunkan AKI dan AKB
  1. 3. Jenis Rujukan
    1. Rujukan medic yaitu pelimpahan tanggung jawab secara timbal balik atas satu kasus yang timbul baik secara vertical maupun horizontal kepada yang lebih berwenangdan mampu menangani secara rasional. Jenis rujukan medic antara lain:
1) Transfer of patient. Konsultasi penderita untuk keperluaan diagnostic, pengobatan, tindakan opertif dan lain – lain.
2) Transfer of specimen. Pengiriman bahan (spesimen) untuk pemeriksaan laboratorium yang lenih lengkap.
3) Transfer of knowledge / personal. Pengiriman tenaga yang lebih kompeten atau ahli untuk meningkatkan mutu layanan setempat.
  1. Rujukan kesehatan yaitu hubungan dalam pengiriman, pemeriksaan bahan atau specimen ke fasilitas yang lebih mampu dan lengkap. Ini adalah rujukan uang menyangkut masalah kesehatan yang sifatnyapencegahan penyakit (preventif) dan peningkatan kesehatan (promotif). Rujukan ini mencakup rujukan teknologi, sarana dan opersional
  1. 4. Jalur Rujukan
Dalam kaitan ini jalur rujukan untuk kasus gawat darurat dapat dilaksanakan sebagai berikut :
  1. Dari Kader
Dapat langsung merujuk ke :
1) Puskesmas pembantu
2) Pondok bersalin / bidan desa
3) Puskesmas / puskesmas rawat inap
4) Rumah sakit pemerintah / swasta
  1. Dari Posyandu
Dapat langsung merujuk ke :
1) Puskesmas pembantu
2) Pondok bersalin / bidan desa
3) Puskesmas / puskesmas rawat inap
4) Rumah sakit pemerintah / swasta
  1. Dari Puskesmas Pembantu
Dapat langsung merujuk ke rumah sakit tipe D/C atau rumah sakit swasta
  1. Dari Pondok bersalin / Bidan Desa
Dapat langsung merujuk ke rumah sakit tipe D/C atau rumah sakit swasta
  1. 5. Skema rujukan dan jenjang pelayanan kesehatan



  1. 6. Persiapan rujukan
Persiapan yang harus diperhatikan dalam melakukan rujukan , disingkat “BAKSOKU” yang dijabarkan sebagai berikut :
B (bidang) : pastikan ibu/bayi/klien didampingi oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan memiliki kemampuan untuk melaksanakan kegawatdaruratan
A (alat) : bawa perlengkapan dan bahan – bahan yang diperlukan, seperti spuit, infus set, tensimeter, dan stetoskop
K (keluarga) : beritahu keluarga tentang kondisi terakhir ibu (klien) dan alas an mengapa ia dirujuk. Suami dan anggota keluarga yang lain harus menerima Ibu (klien) ke tempat rujukan.
S (surat) : beri surat ke tempat rujukan yang berisi identifikasi ibu (klien), alasan rujukan, uraian hasil rujukan, asuhan, atau obat – obat yang telah diterima ibu (klien)
O (obat) : bawa obat – obat esensial diperlukan selama perjalanan merujuk
K (kendaraan) : siapkan kendaraan yang cukup baik untuk memungkinkan ibu (klien) dalam kondisi yang nyaman dan dapat mencapai tempat rujukan dalam waktu cepat
U (uang) : ingatkan keluarga untuk membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat dan bahan kesehatan yang di perlukan di temapat rujukan
  1. 7. Keuntungan system rujukan
    1. Pelayanan yang diberikan sedekat mungkin ke tempat pasien, berarti bahwa pertolongan dapat diberikan lebih cepat, murah dan secara psikologis memberi rasa aman pada pasien dan keluarga
    2. Dengan adanya penataran yang teratur diharapkan pengetahuan dan keterampilan petugas daerah makin meningkat sehingga makin banyak kasus yang dapat dikelola di daerahnya masing – masing
    3. Masyarakat desa dapat menikmati tenaga ahli
  1. 8. Tingkat rujukan
    1. Menetukan kegawatdaruratan pada tingkat kader, bidan desa, pustu dan puskesmas
1) Pada tingkat Kader
Bila ditemukan penderita yang tidak dapat ditangani sendiri maka segera dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat karena mereka belum dapat menetapkan tingkat kegawatdaruratan
2) Pada tingkat bidan desa, puskesmas pembantu dan puskesmas
Tenaga kesehatan harus dapat menentukan tingkat kegawatdaruratan kasus yang ditemui. Sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya mereka harus menentukan kasus mana yang boleh ditangani sendiri dan kasus mana yang harus dirujuk
  1. Menetukan tempat tujuan rujukan
Prinsip dalam menentukan tempat rujukan adalah fasilitas pelayanan yang mempunyai kewenangan terdekat, termasuk fasilitas pelayanan swasta dengan tidak mengabaikan kesediaan dan kemampuan penderita.
  1. Memberikan informasi kepada penderita dan keluarganya perlu diberikan informasi tentang perlunya pendeerita segera dirujuk mendapatkan pertolongan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih mampu
  2. Mengirimkan informasi pada tempat rujukan yang ditunju melalui telepon atau radio komunikasi pelayanan kesehatan yang lebih mampu.
  3. Persiapan penderita
Sebelum dikirim keadaan umum penderita harus diperbaiki terlebih dahulu. Keadaan umum ini perlu dipertahankan selama dalam perjalanan, Surat rujukan harus dipersiapkan si=esuai dengan format rujukan dan seorang bidan harus mendampingi penderita dalam perjalanan sampai ke tempat rujukan.
  1. Pengiriman penderita
Untuk mempercepat sampai ke tujuan, perlu diupayakan kendaraan/sarana transportasi yang tersedia untuk mengangkut penderita.
  1. Tindak lanjut penderita
1) Untuk penderita yang telah dikembalikan dan memrlukan tindak lanjut, dilakukan tindakan sesuai dengan saran yang diberikan.
2) Bagi penderita yang memerlukan tindak lanjut tapi tidak melapor, maka dilakukan kunjungan rumah.
RUJUKAN KEBIDANAN
System rujukan dalam mekanisme pelayanan obtetrik adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbale-balik atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertical maupun horizontal.
Rujukan vertical maksudnya adalah rujukan dan komunikasi antara satu unit ke unit yang telah lengkap.
Indikasi perujukan ibu yaitu :
  1. Riwayat seksio sesaria
  2. Perdarahan per vaginam
  3. Persalinan kurang bulan (usia kehamilan < 37 minggu)
  4. Ketuban pecah dengan mekonium yang kental
  5. Ketuban pecah lama (lebih kurang 24 jam)
  6. Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan
  7. Ikterus
  8. Anemia berat
  9. Tanda/gejala infeksi
  10. Preeklamsia/hipertensi dalam kehamilan
  11. TInggi fundus uteri 40 cm atau lebih
  12. Primipara dalam fase aktif persalinan dengan palpasi kepala janin masuk 5/5
  13. Presentasi bukan belakang kepala
  14. Kehamilan gemeli
  15. Presentasi majemuk
  16. Tali pusat menumbung
  17. Syok
  1. E. RINGKASAN
Sistem rujukan upaya kesehatan adalah suatu system jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbale-balik atas masalah yang timbul, baik secara vertical maupun horizontal ke fasilitas pelayanan yang lebih kompeten, terjangkau, rasional, dan tidak dibatasi oleh wilayah administrasi. Yang bertujuan agar pasien mendapatkan pertolongan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih mampu sehingga jiwanya dapat terselamatkan, dengan demikian dapat menurunkan AKI dan AKB.
Jenis system rujukan ada 2 macam yaitu rujukan medis dan rujukan kesehatan. Hal – hal yang harus dipersiapkan dalam rujukan yaitu “BAKSOKU”

Jumat, 17 Mei 2013

asuhan kebidan dengn intra uteri

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
PADA NY.NABILA UMUR 21 TAHUN G2 P1 A0 AH1 UK 6+3 MINGGU JANIN TUNGGAL, HIDUP, INTRA UTERI DENGAN KEHAMILAN NORMAL

DI BPM Fadila, Amd.Keb
MUNDU SAREN, DEPOK,SLEMAN,YOGYAKARTA
No. Register                :
Tanggal/Jam Masuk    : 04-06-2012/ 10.00 WIB
Tempat                        : Ruang Periksa

       I.   PENGKAJIAN DATA   Tanggal:04-06-2012    Jam10.00WIB     Oleh: Bidan         
A.    DATA SUBYEKTIF
1.      Identitas
Ibu                                      Suami
            Nama               : Ny. Nabila                             Tn. Putu
            Umur               : 21 tahun                                26 tahun
            Agama             : Hindu                                    Hindu
            Suku/Bangsa   : Bali/Indonesia                       Bali/Indonesia
            Pendidikan      : SPG                                       S-1 Hukum
            Pekerjaan         : Guru SD                                Karyawan Swasta
            Alamat                        : Denpasar,Bali                        Denpasar,Bali
            No. Telp          : 085737333380                      085738073333
2.      Alasan Kunjungan
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya
3.      Keluhan Utama
Ibu mengatakan kepala pusing, terkadang mata berkunang-kunang, dan merasa lemas.
Riwayat Menstruasi
Menarche                : 13 tahun                                Siklus              :28 hari
Lama                      : 4-5 hari                                  Teratur             :Teratur 
Sifat Darah             : Cair (khas menstruasi)           Keluhan           :Tidak ada
Banyaknya darah   : 3x1 hari ganti pembalut        Bau                  :berbau anyir
4.      Riwayat Perkawinan
Status pernikahan   : Menikah                    Menikah ke                             : Pertama
Lama                      : 3 tahun                      Usia menikah pertama kali   : 22 tahun
5.      Riwayat Obstetrik : G2 P1 A0
Hamil



Persalinan



Nifas
Ke
Tanggal
Umur kehamilan
Jenis Persalinan
Penolong
Komplikasi
JK
BB Lahir
Laktasi
Komplikasi
1
18-12-2010
40 minggu
normal
bidan
Tidak ada
P
3300gram
lancar
Tidak ada












































6.      Riwayat kontrasepsi yang digunakan
No
Jenis

Pasang



Lepas



Kontrasepsi
Tgl
Oleh
Tempat
Keluhan
Tgl
Oleh
Tempat
Keluhan

Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi









7.      Riwayat Kehamilan sekarang

a.       HPHT   : 20-04-2012                                        HPL    : 27-01-2013
b.      ANC pertama umur kehamilan                        : 6+3 MINGGU
c.       Kunjungan ANC
Trimester I :      Frekuensi         : 1 x
Tempat            : BPS  
Oleh               : Bidan
Keluhan         : pusing, mata berkunang-kunang, dan lemas
Terapi : B-6, asam folat, Fe
                        Trimester II :   Frekuensi         :
                                                Tempat            :
                                                Oleh                :
                                                Keluhan           :
                                                Terapi              :
 Trimester III : Frekuensi         :
                                                Tempat            :
                                                Oleh                :
                                                Keluhan           :
                                                Terapi              :

           
d.      Imunisasi TT
TT chaten : (+)
e.       Pergerakan Janin dalam 12 jam (dalam sehari)
Ibu mengatakan belum bisa merasakan gerakan janin
8.      Riwayat Kesehatan
a.       Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun, dan menahun)
£ Ada, yaitu  Menular  : £ HIV    £  PMS   £ TBC
Menurun : £ DM   £  Asma  £ Hipertensi
Menahun : £ Ginjal£ Jantung£ Paru-paru
R Tidak ada
b.      Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular,menurun, dan menahun)
£ Ada, yaitu :Menular  : £ HIV    £  PMS   £ TBC
 Menurun : £ DM   £  Asma  £ Hipertensi
 Menahun : £ Ginjal£ Jantung£ Paru-paru
R Tidak ada
c.       Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan tidak mempunyai keturunan kembar baik dari pihak ibu maupun suami
d.      Riwayat Operasi
Ibu mengatakan tidak pernah operasi apapun
e.       Riwayat Alergi Obat
Ibu mengatakan tidak mempunyai alergi obat apapun

9.      Pola Pemenuhan Kebutuhan sehari-hari
Sebelum Hamil                                  Setelah Hamil
a.       Pola Nutrisi
-          Makan
Frekuensi    : 4   x/hari                                            2 x/hari
Porsi           : 1 piring                                              1 piring
Jenis            : Nasi, sayur, lauk                                Nasi, sayur, lauk
Pantangan   : Tidak ada                                          Tidak ada
Keluhan      : Tidak ada                                          Tidak ada
-          Minum
Frekuensi    : 5 - 7 x/hari                                         8 - 9 x/hari
Porsi           : 1 gelas                                               1 gelas
Jenis            : Air putih, teh                                     Air putih, susu
Pantangan   : Tidak ada                                          Tidak ada
Keluhan      : Tidak ada                                          Tidak ada
b.      Pola Eliminasi
-          BAB
Frekuensi    : 1 x/hari                                              1 x/hari
Konsistensi : Lunak                                                Lunak
Warna         : Kuning                                              Kuning
Keluhan      : Tidak ada                                          Tidak ada
-          BAK
Frekuensi    : 6 -7 x/hari                                          7 - 8 x/hari
Konsistensi : Cair                                                   Cair
Warna         : Kuning jernih                                    Kuning jernih
Keluhan      : Tidak ada                                          Tidak ada
c.       Pola Istirahat
-          Tidur siang
Lama          : 2  jam/hari                                         1  jam/hari
Keluhan      : Tidak ada                                          Tidak ada
-          Tidur malam
Lama          : 6-7 jam/hari                                       5-6 jam/hari
Keluhan      : Tidak ada                                          Tidak ada
d.      Personal hygiene
Mandi               : 2 x/hari                                              2  x/hari
Ganti pakaian   : 2 x/hari                                              2 x/hari
Gosok gigi        : 2 x/hari                                              2 x/hari
Keramas           : 3 x/minggu                                        3 x/minggu
e.       Pola seksualitas
Frekuensi          : 2 x/minggu                                        1  x/minggu
Keluhan            : Tidak ada                                          Tidak ada
f.       Pola aktifitas ( terkait kegiatan fisik, olah raga )
Ibu mengatakan tidak beraktifitas di luar rumah, kecuali mengikuti mengadakan kursus untuk muridnya dan mengerjakan pekerjaan rumah tangganya
10.  Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak mempunyai kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan seperti merokok,minum jamu,minuman beralkohol.
11.  Psikososiospiritual (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kehamilan, dukungan sosial, perencanaan persalinan, pemberian ASI, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial, dan persiapan keuangan ibu dan keluarga)
Ibu, suami, dan keluarga sangat senang dengan kehamilannya.
Ibu berhubungan baik dengan lingkungan sekitar.
Ibu beragama hindu dan rajin beribadah
Ibu berencana melahirkan di BPS, ditolong oleh bidan.
Ibu berencana merawat bayinya sendiri dan akan memberikan ASI eksklusif.
Ibu dan suami sudah mempersiapkan dana untuk persiapan persalinan.
12.  Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan, dan laktasi)
Ibu mengatakan sudah mengetahui tentang kehamilan, persalinan, dan laktasi karena ini merupakan kehamilannya kedua.
13.  Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)
Ibu mengatakan lingkungan di sekitar rumah bersih,dan ibu tidak mempunyai hewan peliharaan apapun.
Hewan peliharaan :
£ Ada        R Tidak ada


B.     DATA OBYEKTIF
1.           Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum     : Baik              
Kesadaran              : Composmentis         
Status Emosional    : Stabil
Vital Sign
       Tekanan Darah : 110/90  mmHg                     Nadi                :88 x/menit
       Pernafasan       : 18      x/menit                       Suhu                : 36,6 °C
       Berat badan     : 51     kg                                Tinggi badan   : 158 cm
2. Pemeriksaan Fisik
1). Kepala
a.    Bentuk                    : Mesocephal,tidak ada Massa/benjolan,tidak ada                              nyeri tekan                              
b.   Warna kulit             : sawo matang
2). Rambut
a.       Bentuk                 : bergelombang                       
b.      Bau  rambut         :Tidak berbau
c.       Warna rambut      : Hitam                       
3).  Muka
a.    Bentuk                    : Oval                         
b.   Oedem                    : Tidak ada     
c.    Cloasma gravidarum: Tidak ada
4). Mata
a. Kesimetrisan            : Simetris                    
b. Konjungtiva                        : Tidak anemis
c. Sklera                       : tidak ikterik,bersih,tidak ada sekret
5). Hidung 
a. Polip                        : Tidak ada
b. Infeksi                     : Tidak ada
c. Serumen                  : Tidak ada

6). Mulut
a. Keadaan bibir          : Lembab                    
b. Keadaan gigi           : Tidak ada caries
c. Keadaan gusi           : Tidak ada perdarahan
Tidak ada pembengkakan
d.   Keadaan lidah         : Bersih                       
7). Telinga
Tidak ada tanda-tanda infeksi,tidak ada penyumbatan serumen,pendengaran aktif.
            8). Leher
a. Tidak ada Pembesaran kelenjar tiroid        
b. Tidak ada Pembesaran kelenjar limfe        
c. Tidak ada Pembesaran kelenjar parotis
d. Tidak ada Pembesaran vena jugularis
9). Dada
a. Mengi                                  : Tidak ada
b. Retraksi dinding dada        : Tidak ada
10). Payudara
a. Simetris                   : Ya                            
b. Hiperpigmentasi      : Ya                            
c. Massa                      : Tidak ada
d. Pembesaran             : Ada              
e. Puting susu              : Menonjol                  
11). Abdomen
a. Bekas luka               : Tidak ada
b. Linea nigra              : Tidak ada
c. Striae gravidarum    : Ada              

a.. Palpasi Leopold
-          Leopold I                                       : Tidak dilakukan
-          Leopold II                                      : Tidak dilakukan
-          Leopold III                                                : Tidak dilakukan
-          Leopold IV                                                : Tidak dilakukan
e.       Osborn test                                                : Tidak dilakukan
f.       TFU menurut Mc. Donald                        : Tidak dilakukan
g.      Auskultasi DJJ                              : Tidak dilakukan
11). Ekstremitas atas
Simetris,tidak ada polidaktily,gerakan aktif,tidak sianosis,tidak odema.
Ekstremitas bawah
Simetris,tidak ada polidaktily,gerakan aktif,tidak sianosis,tidak odema.
12). Genetalia
Tidak ada odema,tidak ada pembesaran kelenjar bartolini
13). Anus                                                    : Tidak ada haemorroid
14). Pemeriksaan panggul (bila perlu)        : Tidak dilakukan
3. Pemeriksaan Penunjang         Tanggal : 04 Juni 2012            , Jam : 11.30 WIB
R Ada, yaitu   : £ PP test                  hasil positif (+)
£ Hb                                    hasil 11 gr %
£ Protein urin           hasil negative (-)
£ Tidak ada
1.    Data Penunjang
Golongan darah        : £ A   R B    £ AB  £ O

II.    INTERPRETASI DATA
A.    Diagnosa Kebidanan
Seorang ibu Ny.Nabila umur 21 tahun G2 P1 A0 Ah1 uk 6+3 minggu janin tunggal, hidup intra uteri dengan kehamilan normal.
DS      : Ibu mengatakan berusia 21 tahun
Ibu mengatakan ini kehamilan kedua dan belum pernah mengalami keguguran
Ibu mengatakan keluhannya seperti pusing, mata berkunang, dan lemas tidak mengganggu aktivitasnya
Ibu mengatakan mendapat menstruasi terkahir tanggal 20 April 2012
DO    : KU                : baik
  Kesadaran     : composmentis
Vital sign       :TD      : 110/90 mmHg           N         : 88 x/menit
S          : 36,6 °C                     RR       : 18 x/menit
Hb                     : hasil 11 gr %
Protein urine      : negative (-)
B.     Masalah
Ibu merasa cemas
C.     Kebutuhan
KIE tentang penyebab keluhannya seperti pusing, mata berkunang-kunang dan lemas.
III.       IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL
Anemia ringan
IV.   ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA
Mandiri:
1.      Beritahu ibu perubahan fisiologis pada trimester I yang berkaitan dengan keluhan yang dialami ibu untuk mengurangi kecemasan ibu.
2.      Beri ibu tablet Fe sedini mungkin dan cara mengkonsumsinya.
3.      Anjurkan memperbanyak makanan yang mengandung Fe.


V.      PERENCANAAN                     Tgl: 04 Juni 2012       Jam: 11.50 WIB
1.                  Beritahu ibu perubahan fisiologis pada trimester I yang berkaitan dengan keluhan yang dialami ibu untuk mengurangi kecemasan ibu.
2.                  Beri ibu tablet Fe sedini mungkin dan cara mengkonsumsinya.
3.                  Anjurkan memperbanyak makanan yang mengandung Fe.
4.                  Beritahu ibu kondisi ibu dan janinnya berdasarkan hasil pemeriksaan dan beri dukungan.
5.                  Observasi KU dan vital sign
6.                  Beri KIE tanda bahaya kehamilan
7.                  Beritahu ibu tantang gizi seimbang.
8.                   Beri KIE tentang pola istirahat dan aktivitas.
9.                  Beritahu ibu untuk kunjungan ulang.


VI.   PELAKSANAAN  Tanggal : 04-Juni-2012       Jam:12.05WIB          Oleh:Bidan

1.      Memberitahu ibu perubahan fisiologis pada trimester I yang berkaitan dengan keluhan yang dialami ibu, meliputi:
a.       Sering merasa pusing
Pusing sering dialami oleh ibu hamil. ini terjadi karena sistem peredaran pada darah yang meningkat, yang sulit beradaptasi di dalam tubuh. Sebagai contoh, saat ibu sedang duduk, lalu merasa pusing, bisa jadi gula darah anda menurun. Hal ini diatasi dengan makan makanan bernutrisi dalam jumlah sedikit namun sering.
b.      Mata berkunang-kunang.
Mata berkunang-kunang ialah perubahan fisiologis pada ibu hamil. Hal ini disebabkan abibat pengaruh dari pusing dan lemas yang dirasakan ibu.
c.       Merasa lemas
Sudah menjadi hal yang biasa jika ibu hamil sering merasa lelah. Hal ini terjadi karena tubuh ibu berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan fisik yang dimulai dari perubahan tubuh dan peningkatan hormonal, serta perubahan psikologis. 
Dengan keadaan ini, maka ibu  disarankan untuk istirahat yang cukup dan menghindari pekerjaan berat yang melelahkan, seperti dilarang mengangkat barang yang berat.
Serta memberitahu ibu lebih tenang dan tidak perlu cemas dengan keluhan yang dialaminya, karena merupakan perubahan fisiologis tetapi harus tetap menjaga kehamilannya agar tidak menjadi resiko anemia ringan.
2.      Memberikan tablet Fe sedini mungkin dengan dosis 1x1 sehari dan diminum saat lambung kosng atau menjelang tidur. Mengajarkan ibu minum obat bersamaan dengan air jeruk/ vit C dan tidak meminumnya bersamaan dengan kopi/teh/susu.
3.      Memberitahu ibu untuk memperbanyak makanan yang banyak mengandung zat besi seperti daging, ikan, telur, sayuran hijau misalnya bayam dan hati.
4.      Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu dan kandungannya dalam keadaan normal dan memberi dukungan agar tidak beresiko sampai anemia ringan.
5.      Mengobseravi KU dan Vital sign : keadaan umum: baik, kesadaran : composmentis, TD: 110/90 mmhg, nadi : 88, respirasi: 18x/menit, suhu:36,6 0C.
6.      Membetitahu ibu tanda bahaya kehamilan meliputi : perdarahan lewat vagina, sakit kepala yang hebat, masalah penglihatan, bengkak pada muka dan tangan,nyeri pada bagian perut yang hebat,bayi kurang bergerak seperti biasa.
7.      Memberitahu ibu tentang gizi seimbang meliputi makanan yang mengandung karbohidrat yang bias di dapat dari jagung , beras , kentang , dan ubi. Makanan yang mengandung protein seperti daging ikan , unggas, telur, dan kacang-kacangan. Makanan yang mengandung lemak seperti daging dan kacang- kacangan. Makanan yang mengandung vitamin seperti sayuran dan buah- buahan segar. Makanan yang mengandung mineral seperti sayuran hijau , susu , ikan dan telur serta mengkonsumsi air 8 gelas sehari.
8.      Memberitahu ibu tentang pola istirahat dan aktivitas seperti ibu selama hamil harus tirah baring dan tidak meakukan aktivitas banyak kegiatan karena akan mempengaruhi kehamilan.
9.      Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang seminggu lagi atau jika ada keluhan.

VII.EVALUASI        Tanggal : 04-06-2012,      Jam:12.15 WIB,       Oleh:Bian
1.                  Ibu mengerti perubahan fisiologis pada trimester I yang berkaitan dengan keluhan yang dialami ibu dan dapat mengulangnya kembali. Serta rasa cemas ibu tertangani dan ibu mengatakan lebih tenang.
2.                  Ibu bersedia untuk mengonsumsi tablet Fe 1x1 sehari.
3.                  Ibuberjanji akan memperbanyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi.
4.                  Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan dan ibu merasa sangat senang dan puas.
5.                  Hasil observasi KU: baik, Kesadaran: Composmentis, vital sign TD: 110/90 mmhg, S: 36,60C, N: 88 x/menit, R:18x/menit.
6.                  Ibu memahami tentang tanda bahaya kehamilan dan ibu dapat mengulang penjelasan kembali.
7.                  Ibu  mengerti tentang gizi seimbang dan bersedia untuk mengonsumsi gizi seimbang.
8.                  Ibu mengerti dengan penjelasan bidan dan bersedia untuk tirah baring dan istirahat cukup.
9.                  Ibu bersedia dan berjanji akan melalukan kunjungan ulang seminggu kemudian.